Kamis, 25 Maret 2010

FS!

Masihkah kau ingat pada Friendster atau "FS" kawannnnn? hoho

tadi malam setelah pulang kerja dan sebelum tidur, tiba-tiba sadar kalo saya lagi ga ada kerjaan (sebenernya ada sih, tapi males banget masa udah cape-cape musti reading UU PT hohoho), akhirnya saya putuskan untuk menulis blog saja.

Teg*tiba-tiba saja saya punya ide, gimana kalo liat-liat testimonial jaman ketika FS berjaya ? hoho. segeralah saya buka kembali account friendster yang "user name" dan "passwordnya" alhamdulilah masih saya inget :P

singkat ceritaa, akhirnya malam itu saya tertawa terbahak-bahak melihat testi-testi dari orang-orang yang saya kenal di FS. emm... serius deh, saya udah bener-bener ga inget ternyata saya pernah dapet testimonial dari si "itu" toh, si "anu", si "ono" .
ga nyangka lagi karena testimonial dari mereka itu ada yang ternyata penting tapii ada juga yang pentinggggggggggggg banget hoho seperti :

"Melly.......
Hehehehe..."


penting kan?? hohohoho
yang bikin lucu karena ga nyangka aja itu bisa dateng dari teman-teman kita yang dulu" jauh" eh sekarang dekat, atau kebalikannya dulu "dekat" sekarang jauh..

sebenernya saya juga punya pengalaman menarik sih tentang FS, duluuuu banget waktu jaman masih bau kencur (sekarang sudah bau parfume soalnya ;p) saya punya pacar yang tidak bisa menerima kehadiran FS di Indonesia *hohohoho, dan ketika akhirnya saya punya FS si doi marah dan tidak terima dan akhirnya kita putus loh *bangga* hoho walaupun pada akhirnya nyambung lagi :p dan pada akhirnya putus untuk selama-lamanya.

yah begitulah, tadi malam pengalaman membaca testimonial jadul dari teman-teman benar-benar memberikan pencerahan bagi saya :). saya jadi ingat kalo dulu itu saya dodolllll (excuses, soalnya ga sudii banget di bilang lugu atau polos hoho) yah bahasa kerennya "lemot" lah hohoho.
saya jadi ingat kalo dulu saya pernah minta kembalian sama pengamen, soalnya mau ngasih duit tapi ga ada yang recehan dan cuma bisa diketawain sama si Icha (sahabat, kembaran dan sepupu angkat saya) padahal niat saya kan tulus dan iklas :p,
saya ingat soalnya dia tulis di testimonial dan saya baca tadi malam itu hohoho.

akhirnya, dari sekian testimonial yang sempat saya baca tadi malam (masih banyak yang lain sebenernya, ga sanggup udah ngantuk hoho) yang kebanyakan berisi curhatan kangen-kangenan teman-teman SMA saya, dan testimonial teman-teman kuliah baru disemarang, ada satu yang benar-benar menyentuh, em menyentuh ada kata lainnya ga ya? em mungkin menohok hohoho memberikan inspirasiii, untuk saya tetap bertahan.

Testimonial tersebut ditulis oleh seorang senior di kampus, lelaki, tidak banyak omong orangnya hohoho, sebenernya ga terlalu kenal dekat, tapi cukup berteman baik ;), ini saya copy paste di bawah yaaa

"Halooooo,melly,melly,melly.......


Emm,melly itu terbuat dari apa yah kok lucu bgt?? hehe...
melly tuh mo diem aja,ngomong,bcanda,ktawa,mpe marah(mungkin,bis blm prnh liat lo marah siy :p) tetep aja lucu n bikin org2 disekitarnya ketawa ato minimal tersenyum. Menyenangkan sekali....

Sayang yah cuma ada satu melly di dunia ini,klo smua org ky melly mgkin dunia ini bkln terus ceria dan tiada lagi peperangan. :)
So pasti gw jg bakalan bungkus satu tuh bwt dibawa pulang.hehe....

SUKSES yah mel!!!!!

c u...."

Happy weekend semua
cheers

Melly Indriasari !

Smiling Face is Everywhere ;)

"If I had to choose which color to describe my world perfectly, that would be gray. Neither black nor white, it's gray.

Man thought basically affected by potentials that imply of his life at a time. If those potentials are changed, so does the thought itself. People's opinion would not stay forever, meaning those might stay the same but others may changed into something different. The thing is, it always be affected by some situations which the man implied.

Because of those circumstances, the world for me is never been too easy to be determined as black or white (read: true or false).

About more than 4 years ago, my life was simply happy with all the things I had. I had dreams that I wished that I would never forget. I had private person who always blessing me with all his loves and so did I. I used to love him very much and felt comfort enough. I never ever tried to think the relation would be ended.

I am changed. I realize that I have changed myself a lot. What I had is come to as "not enough". I am wishing him could change too so the condition would back to balance. I pursue with love, I had listened very deep about every little thing he need. I know I am the only one who knows him close. I know I had so close and dreamed him as a man, a good man for his own life.

Honestly, I really forget about what was the main point, which made the relationship, finally broken up. But the things I remember are that I really wanted him to come to visit me in my last years living at the town where I lived for study purposes. He gave me a reason and I tried to deal with that as I could deal with any of my untrue dreams such having trip to Taman Safari, Dufan, Bandung, together with him, I thought it would be easy to deal with one other.

I won't to say what I've done is white and what he has done is black. And I don't want him to saw it vice verse, because I believe no one is wrong to make the relation broken up. Probably, it was happen because it has to be over.

Probably I am the first man of both of us who decided to have a new relation with other, but it doesn't mean I had totally forgotten about everything from the past. And for some private reasons there were some memories I guess would never erased.
I love my past. I am not regretting even an inch; while I also believe I have future that I dream to be more wonderful. :)

I am sorry, I don't remember if I had said to you a good bye quotes and apologetic words. From deep of my true heart, I apologize to you for every mistake and thank you so much for every happy love you had shares. Those are wonderful, really. And so I believe your future would be more than before.

smiling face is everywhere :))"


above was my old posting which i never showed up (em actually i did. but only somewhere in my privates), this writing had been replied by whom it may relevance hoho. funny to see it again, doesn't it?

cheers and don't ever forget that..
smiling face is everywhere ;)

Melly Indriasari !

Pelan-pelan saja...

Temani Saya Nge-teh ya?
17.03 Wib

sore ini sepertinya gw perlu duduk sejenak, santai sambil minum teh. Kenapa teh? karena kalau di salah satu iklan yang gw liat di TV, sambil minum teh mungkin kita bisa ngbrol dengan lebih santai, lebih rileks dan lebih "kena" dengan maksud dan tujuan :P

Hidup gw akhir-akhir ini terasa begitu cepat, emm.. ada kata lain ga ya selain cepat? maksudnya cepat disini itu ya cepat yang ituu.. yg artinya "tidak lambat".
awalnya gw tidak sadar kalau hidup yang gw maksud begitu cepat, semuanya terkalkulasi, sesuai target dan harapan.
ada sih beberapa rintangan, tapi sepertinya bukan halangan.

sampai suatu titik, gw disadarkan oleh suatu kejadian.
Hidup yang gw sebut tadi tiba-tiba "diam", tidak bergerak. rasanya yang ingin gw lakukan adalah memaksa baterai-baterai itu berfungsi kembali, atau memutar ulang pemutar kehidupan(pemutar seperti yg suka kita temukan dibagian belakang mainan kita waktu kecil) walaupun akhirnya gw tau, kalau semuanya itu tidak mungkin.

seperti yg sudah-sudah, kalau adaaaa kejadian apaaa gt, gw pasti suka jadi mikir-mikir. mikir "gw harus GIMANA ya?" "harus APA ya?" "baiknya gmna ya?" atau seperti yang sudah-sudah juga "masa bodo deh yaa".
Kali ini, gw ga bisa pake gaya masa bodo gw. entah ga tau kenapa. udah dicoba kok tetepp aja ga bisa.
kata salah seorang teman bijak yang gw lupa siapa hoho :p katanya sih karena gw sudah semakin dewasa, sudah waktunya menghadapi masalah bukan lari atau ga ambil pusing.

oke, akhirnya gw terima saja hari-hari gw suram dengan mikir-mikir dan sakit hatii, yang gw lakukan cuma bisa "mencoba share" karena sebenernya yg gw share itu ga jelass :p, mencoba untuk positive thinking, mencoba untuk berpikir bahwa Allah pasti sayang dan ini adalah cara Doi menyayangi gw. dan yang paling ampuh adalah "Dzikir". emmm.. no gw bukannya mau sok-sok religius, tapi itulah yang beneran terjadii. Dzikir itu kaya obat, gw bisa lupaa kalau punya masalah. nti pas inget lagi ya dzikir lagii hoho :p

dan...
akhirnya penderitaan gw berakhir. mungkin ini awal dari kebahagiaan gw. gw harus optimis dan percaya bahwa seteah ini adalah waktu gw untuk berusaha untuk diri gw sendiri. tidak perlu cepat-cepat seperti dulu, Pelan-pelan saja..

gw ga iklas gtu aja sih, Seperti kata Miss Blair waldrof "Destiny is for losers. it's just stupid excuse to wait for things instead of making them happen". jadi gw harus berusaha, berusaha untuk bahagia ;)


kalian juga yaaa.

cheers.

Rabu, 13 Januari 2010

Why?

Kenapa sih kebanyakan orang Indonesia suka sekali menerka-nerka tentang sifat orang lain? dan biasanya suka salah.

lebih parah lagi penilaian terhadap sifat orang tersebut suka didasarkan akan hal-hal yang tidak logis, berdasarkan ramalan, contohnya.
sebenarnya saya punya beberapa pengalaman menarik mengenai hal ini, terutama oleh orang-orang yang baru saja mengenal saya. seringkali dengan melihat wajah den perwakan saya, orang lain cenderung "menebak-nebak" bahwa saya ada keturunan etnis tertentu atau memeluk agama tertentu yang kenyataannya TIDAK. Untuk hal-hal demikian saya cenderung kurang terlalu peduli, karena saya beranggapan hal itu masih cukup wajar. toh, mereka memang baru mengenal saya, dan toh, saya terpaksa harus meng-iya-kan diri bahwa wajah dan perawakan saya tidak jauh-jauh dari etnis tersebut (walaupun dalam hati saya tetap keukeh hanya mata saya saja yang memang sipit).
Hal yang kurang menyenangkan justru kalo penilaian itu datang dari teman yang tidak terlalu "dalam" berhubungan, tapi cukup sering melihat. Emm.. semacam teman yang tidak bisa dianggap dekat, tapi juga tidak bisa dianggap jauh. penilaian akan diri kita terkadang suka setengah-setangah, tidak komprehensif dan suka bikin gawat :)
ya terang saja gawat, karena mungkin saja terjadi suatu waktu mereka melihat kita berbuat hal yang kurang menyenangkan dan mulai menilai kita sebagai pribadi yang "tidak menyenangkan" padahal perbuatan itu baru sekali saja kita lakukan, bahkan untuk kedepannya juga tidak akan pernah lagi terulang.
dan lebih menyakitkan lagi kalo penilaian-penilaian tersebut didasarkan atas hal-hal yang kurang obyektif dan tidak logis, seperti yang saya bilang tadi mungkin contohnya ramalan, atau "ilmu membaca karakter".
untuk hal yang terakhir saya sebut, saya pernah juga mengalaminya. sebut saja teman saya si "Anu" pernah secara terang-terangan menilai saya sebagai pribadi yang tidak menyukai anak kecil (baca: wanita yang tidak suka dan sayang anak kecil), mungkin akan sering melawan suami, dan lain-lain hal yang notaben nya bersifat buruk. si "Anu" sebenarnya tidak terlalu kenal saya secara pribadi, tapi kami cukup kenal walaupun jarang bergaul bersama. dasar penilaiannya tidak lain dan tidak bukan dari "ramalan", "pembacaan karakter" atau lain-lain hal yang serupa yang saya tidak tau istilahnya. agak menyedihkan memang kalo kita dinilai buruk hanya karena penilaian-penilaian tidak berdasar seperti itu. bahkan saya saja belum punya anak dan suami. :)
menurut penilaian saya sendiri, memiliki anak yang lucu adalah suatu hal yang pasti membahagiakan karena perlu dicatat saya sangat suka bayi dan anak kecil. Saya tidak pernah berfikir untuk melawan suami saya kelak. tapi tentu saja saya merupakapribadi yang berusaha mempertahankan pendapat saya yang saya anggap benar. jangankan pendapat pribadi, pendapat orang lain saja yang saya anggap benar akan saya bela :p

memang, penilaian orang lain terhadap diri kita bisa menjadi masukan yang baik bagi kita. tapi bisa juga jadi malah bikin down, ya kan?
lebih baik kita percaya diri sajalah dan selalu berusaha menjadi yang terbaik bagi diri sendiri dan orang-orang yang kita sayangi.

eh satu lagi, bantu saya campaign dong? saya lagi pengen mengajak orang-orang untuk lebih aware kepada kepentingan sosial/ kepentingan bersama, termasuk mengenai hal-hal pribadi.
tag line campaign saya "Jadilah Orang ga bener HANYA untuk diri sendiri"
kalo mau jadi gag bener, jangan mempersulit orang lain yah ? oke? :p
seperti, jangan sukanya ngambil suami orang kaya si tante diva itu hoho

Cheers !
Melly Indriasari