Jumat, 19 Agustus 2011

Kamis, 04 Agustus 2011

Selamat Terbang, Bal!

Saya cukup takut terbang. selalu ada nervous yang menyelimuti disetiap rencana penerbangan.

seingat saya, ini bermula dari trauma semasa kecil, suatu maskapai penerbangan ternama yang sore itu saya tumpangi bersama ibu dan adik saya (saya lupa berapa tepatnya usia saya ketika itu, mungkin SD kelas 5 atau 6), hujan cukup deras tidak menyurutkan langkah pilot pesawat untuk menunda penerbangan Medan-Jakarta yang sudah saya hafal luar kepala bahwa akan memakan waktu 2 (dua) jam.

Gelap, hujan, dan suara halilintar yang membayangi deru pesawat lepas landas. Mungkin kurang lebih satu jam kami terombang-ambing sebelum tanda kenakan sabuk pengaman dilangit-langit pesawat dipadamkan. Ibu saya berdoa sambil memegangi tangan saya yang dingin dengan tatapan pucat ke arah jendela. ketika itu, yang ada dipikiran saya hanya "i really want to skipped this phase" "i want to go back" "i need mr. pilot to landed the aircraft".

itu, dulu. sekarang? meski tetap nervous, saya hampir pasti menemukan bahwa ketakutan saya yang paling-paling terjadi saat pesawat hendak lepas landas, dan itupun 70% disebabkan karena deru pesawat yang bising dan memacu adrenalin, dan untuk meredakannya saya cukup mendengarkan musik keras-keras meski harus curi-curi memasang headphone/earphone dari pramugari :)

terbang itu indah, pasrah, dan saya menikmati setiap warna biru yang menyegarkan dilangit, atau spektrum luar biasa yang terbentuk cantik jika penerbangan itu mendekati senja. sayang sekali, saya tak pernah bisa jadi pilot atau setidaknya pramugari, meski ingin.

saya ucapkan selamat bagi sahabat saya tercinta yang akhir pekan ini wisuda sekolah penerbangan. jadi pilot memang impiannya (saya pernah menuliskannya dipostingan terdahulu) yang hampir menjadi tak mungkin diraih, tapi akhirnya? menjadi kenyataan. Allahuallam.



Selamat terbang, Bal! :)

Love,

M.I

Jumat, 29 Juli 2011

Gallery

Seringkali tulisan tak cukup menggambarkan ruang dalam benak dan kejadian. Maka kita perlu element lain : Gambar.
beberapa gambar dibawah ini saya "rekam" tak sengaja, bentuknya pun hanya gambar ponsel bukan kelas kamera berkelas ;)
yang sempat dipublikasikan secara maya melalui instagram (aplikasi foto) milik pribadi.

Karena bukan profesional, maka gambar-gambar ini perlu di "bunyikan". saya tulis sesuatu untuk lebih memudahkan penelusuran. selamat berjalan-jalan dalam benak dan kejadian, yang kali ini .. milik saya :)




"Menjadi Unik"


menjadi unik tak melulu menjadi berbeda, menjadi unik adalah penemuan "karakter" yang menonjol, yang membuat semua orang menyadari bahwa ada garis yang lebih menguatkan, dalam milikmu ketimbang dengan "punya-nya".





"24 Jam"


apa yang dapat terjadi dalam waktu 24 jam lebih sedikit, saat berada dikota orang? jika kota itu adalah Semarang, selalu ada cerita yang dalam meski hanya dua puluh empat jam.




"Membaca Kembali"


sudah cukup jeda, saat terakhir kali saya membaca kisah rangkaian "Dee" yang menggugah, dan sesuai dengan porsi dan potensi dalam dirinya. lalu "Madre" muncul. ada pengharapan lain. kecewa tidak juga, kisah Toko Roti ini lebih berkelas dari si Perahu kertas. pembelajaran, bagaimana waktu akhirnya menemukan masa yang tepat untuk merajut kembali kegembiraan yang berlalu.



"Seratus Tiga Puluh Lima Ribu"



banyak orang lebih mempercayai bentuk ketimbang nilai. Alhamdulilah, saya bukan salah satunya :)




Love,

M.I



Senin, 25 Juli 2011

Sosok

kita boleh punya pendapat apa saja tentang ini, dan
setiap orang tentu tak mesti jadi sama dengan :)


Mungkin dalam ke-naif-an saya, sosok jauh lebih penting dari segala keadaan.
saya tak akan menukar sosok hanya karena keadaan yang sulit

mungkin bagi sebagian, berpikir sosok bisa diganti.
tidak salah, banyak sosok lain yang hidup, tentu saja.
tapi saya tidak akan pernah mengganti sosok dengan keadaan

karena, saya mampu merubah keadaan
tapi tak kuasa merubah sosok :)

Love,
M.I