Postingan ini sebenarnya adalah lanjutan dari postingan sebelumnya yang ditulis pula dengan judul yang sama. Jika memang sungguh-sungguh ingin mengobati "luka hati", saya sarankan untuk membacanya terlebih dahulu, tapi kalau hanya sekedar mampir, silahkan dibaca saja yang ini :)
Seperti janji saya ditulisan yang lalu, pembelajaran untuk mempercepat penyembuhan patah hati akan saya lanjutkan. Setelah kemarin kita melewati fase "menemukan diri sendiri" dan "merubah sudut pandang", fase selanjutnya yang akan kita hadapi adalah "mensterilkan diri".
seperti halnya luka fisik, sebelum benar-benar sembuh, yang harus kita lakukan adalah "membersihkan" luka itu. secara fisik, luka memang masih merah dan basah, dan kita membersihkannya sekedar agar : "lebih hygine dan menjauhi kemungkinan infeksi".
kalau diimplementasikan pada "luka hati" proses pensterilan ini dilakukan juga dengan tujuan yang tidak jauh berbeda, yaitu sekedar agar luka yang ada tidak semakin parah, dan tidak semakin buruk karena munculnya "infeksi-infeksi" yang lain. Lalu, bagaimanakah prosesnya?
Prosesnya terbilang mudah, tapi menjalaninya mungkin yang susah hoho. Contoh yang paling kecil adalah : "menahan diri untuk tidak menghubungi mantan, tidak sms, tidak menelpon, tidak melihat profilenya di Facebook, tidak melihat foto-foto kalian berdua, intinya menghindari segala tindakan yang dapat membangkitkan memori tentangnya",
Mudah yah? tapi tentu saja perasaan ingin tahu dan penasaran itu yang selalu melekat di jiwa yang merasa insecure itu. Tapi percaya deh, semakin terbelenggu dengan perasaan penasaran yang tidak terkontrol dan akhirnya jadi terlalu banyak tahu, akibatnya buruk sendiri karena pada dasarnya luka-luka yang ada belum sembuh benar. Bukan hanya emosi yang perlu dikontrol untuk orang yang patah hati, rasa penasaran pun harus dikubur dalam-dalam.Bersamaan dengan fase pensterilan dilakukan pula fase terakhir, yakni fase "memulai yang baru" atau "move on". Fase inilah yang ditunggu-tunggu dan menjadi klimaks proses penyembuhan patah hati. Sebenarnya tidak ada yang spesial sekali di fase ini, intinya lakukanlah hal-hal positive yang kita suka dan akan menyita energi-energi positive kita. Contohnya semisal saya yang suka sekali membaca akan membeli banyak novel atau buku-buku motivasi yang menarik, kemudian menuliskan reviewnya di blog atau micro blog semacam twitter, atau hal-hal lain semacam backpacking, jalan-jalan, membuat baju, mencoba membuka usaha, mengajar atau mengurus balita.
Banyak orang yang salah kaprah menilai bahwa fase "move on" adalah dimana kita menemukan pasangan baru, punya pacar baru atau punya gebetan baru. Buat anak SMA atau remaja mungkin begitulah cara mereka lari, makanya tak heran sistem semacam itu disebut "pelarian". Namun bagi manusia yang tergolong dewasa, mencari pelarian justru merupakan bentuk deklarasi "bahwa saya lemah dan butuh topangan".
yang sebenarnya perlu diingat benar-benar adalah bahwa masalah hati adalah masalah pribadi, masalah kita dan diri sendiri. Bukan masalah kita dengan mantan pasangan, bukan pula masalah kita dengan orang ketiga, keempat, kelima dan seterusnya jika memang ada. Berakar dari pemahaman itulah maka proses penyembuhan hanya untuk diri kita pribadi dengan tidak melibatkan pribadi-pribadi yang lain.
Jika keempat fase sudah kita lalui dengan baik, dan kita sudah bisa mengerti dan memahami apa yang telah terjadi, sudah bisa dengan leluasa berjalan dengan diri sendiri, sudah menemukan jati diri yang hilang, sudah merasa bahagia dengan kemampuan dan perolehan yang kita kejar sendiri, dan yang terpenting sudah menyadari bahwa langkah kaki pada hari ini disusun Tuhan hanya untuk kita agar lebih memperbaiki diri, maka gelar "move on" pun sudah sah untuk disematkan besar-besar didada sebelah kiri :)
Sedang, masalah ada atau tidak adanya pengganti, itu masalah yang lain lagi. Tapi, mungkin bisa juga teman-teman garis bawahi, bahwa contoh "move on" yang berhasil biasanya akhirnya ditandai dengan memacari pengganti yang lebih baik dari sang mantan pasangan, tidak mesti secara fisik, unsur lebih baik dapat ditemukan dari sudut karakter, pekerjaan, pola pikir atau hal-hal lain yang tak terpikirkan. begitulah tanda jika seseorang yang telah lolos perang melawan dirinya sendiri.
Sekali lagi, selamat menyembuhkan sakit hati dan semoga tulisan ini dapat membantu.
Love,
M.I
Selasa, 19 Oktober 2010
Another Eat Pray Love ( Part 2)
Senin, 18 Oktober 2010
...
Saya hanya ingin katakan, bahwa sebaiknya seorang wanita itu kuat dan punya prinsip untuk tidak menyakiti, tidak cengeng dan harus pintar menempatkan diri, tidak berpikiran pendek dan selalu menghargai diri sendiri, karena saya rasa dunia ini cukup kejam untuk seorang wanita, dimana salah satunya juga akibat dari perbuatan wanita sendiri. -Melly Indria
Oktober
"Sudah bulan apa ini?", "Oh, Tuhan. Oktober?" "Kok cepet
ya?"..
Sudah cukup lama juga terakhir menulis cerita di blog, tidak terasa sudah sebulan lebih 3 hari sejak posting terahir dibawah ini. :)
Pada dasarnya, tidak terlalu banyak yang berubah dalam hidup maupun fisik saya *yaiyalah, cuma sebulan?* masih pecinta twitter, masih mencari yang perlu dicari, masih suka makan enak, dan makin menggilai siaran EPL*
Tapi, diantara yang tidak banyak itu, adapula yang sepatutnya perlu dicatat sejarah dan ada baiknya dibagi sedikit untuk diceritakan walaupun kadar kepentingannya tidak perlu diperdebatkan hoho.
mungkin kurang lebih sekitar 7 bulan yang lalu, saya mulai bermain-main dengan takdir, yah begitulah menyenangkan sekali jika kita bisa menantang alam akan sesuatu yang nyata dihadapan kita, tidak berlebihan hanya sekedar untuk meyakinkan diri sendiri.
Permainan takdir ini mungkin sebelumnya tidak disadari oleh si lawan, tapi setelahnya mungkin ya jadi sadar sendiri hohoho. Intinya kita yang tidak pernah bertemu sebelumnya tidak pernah benar-benar merencanakan untuk bertemu, biar saja suatu saat kalau takdir mempertemukan dengan sedikit usaha barulah diusahakan.
Awal Oktober kemarin rupanya takdir menyapa, entah dia yang sudah jengah atau memang permainan yang harusnya diakhiri hehehe, dua insan akhirnya bertemu walau tidak 4 mata, berbincang tidak cukup penting, dan tidak cukup lama juga, tapi setidaknya kami atau saya lebih tepatnya sudah puas mempermainkan "takdir".
oh sekedar informasi bagi yang penasaran, lawan saya dalam permainan ini bukan teman kencan hohoho, sudah hampir 7 bulan hati saya tidak pernah berlabuh, dan rasa-rasanya ombak masih terlalu kencang untuk membuat si "kapal perang" mengikatkan jangkarnya di pelabuhan. tapi untuk berhenti ditengah-tengah atau bersadar bisa-bisa saja.
Saya sungguh tak sabar mengakhiri Oktober, percaya atau tidak percaya ada researcher *kalau tidak mau dibilang yg bisa "baca" karena intuisi yg kuat* dari Jogja yang mengatakan bahwa di November akan ada Jodoh spesial. Bukan mau memulai musrik, tapi sekali lagi saya hanya ingin bermain-main dengan takdir :)
Have fun!
Melly Indria
*English Premier League/Barclays Premier League
Kamis, 16 September 2010
Seperti Matahari
semasa menyinari
kelam berlalu
terangi bahagia..
yang kutunggu
seperti kau di hati
selama ku menanti
tak ada lagi
keraguan diri
yang menguji
walau hari tak selalu indah berseri-jangan berhanti kau yakinkan pasti-cinta ini
kau kan kembali membawa cahaya hidup ini
walau dunia tak selalu indah surgawi-jangan berhenti kau yakinkan pasti-cinta ini
walau tlah terpisah waktu, kau kan mampu kembali dalam pelukku, senyummu, setiamu, jadikan kisah indah ku
kau yang selalu.
ku tunggu
jangan berhenti kau yakinkan pasti- cinta ini
walau dunia tak selalu indah surgawi -jangan berhenti kau yakinkan pasti -
cinta ini
*"kisah yang indah"-Monita Tahalea
semasa menyinari
kelam berlalu
terangi bahagia..
yang kutunggu
seperti kau di hati
selama ku menanti
tak ada lagi
keraguan diri
yang menguji
walau hari tak selalu indah berseri-jangan berhanti kau yakinkan pasti-cinta ini
kau kan kembali membawa cahaya hidup ini
walau dunia tak selalu indah surgawi-jangan berhenti kau yakinkan pasti-cinta ini
walau tlah terpisah waktu, kau kan mampu kembali dalam pelukku, senyummu, setiamu, jadikan kisah indah ku
kau yang selalu.
ku tunggu
jangan berhenti kau yakinkan pasti- cinta ini
walau dunia tak selalu indah surgawi -jangan berhenti kau yakinkan pasti -
cinta ini
*"kisah yang indah"-Monita Tahalea
Langganan:
Postingan (Atom)